Simulasi KPR

Jumat, 26 Desember 2014

Tugas 1



Saya adalah 2 dari 3 bersaudara, dan kedua saudara saya semua perempuan, kakak saya sudah bersuami dan memiliki 2 orang anak, saya mahasiswi tingkat akhir yang mempunyai pandangan luas kedepan tentang masa depan, dan adik saya mahasiswi semester 1 di universitas yang sama. dari ketiga perempuan ini masing-masing mempunyai karakter yang berbeda, kakak saya adalah seorang  wiraswasta yang berbisnis perdagangan sebagai andalanya. Perkenalkan nama saya Casmiatun mahasiswi semester 7 di Universitas swasta terkemuka di daerah Depok. Saya adalah pribadi yang jujur, pekerja keras, dan mandiri disisi lain saya bersifat sensitif, pemalu, moodly, dan gampang bosen. Dari keterangan yang sempat saya singgung diatas memang tujuan saya menuntut ilmu adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, mempunyai ruang dan posisi disalah satu perusahaan. Namun saya bukanlah seseorang yang berpengalaman tentang hal ini, tetapi tidak ada yang mustahil didunia ini semua tergantung usaha dan keuletan dari masing-masing personal, dan saya yakin dengan tekat yang sudah saya bangun dan berpondasi ilmu, keinginan dan cita-cita saya Bismillah akan tercapai.
Jalan menuju sukses tidaklah semudah membalikan telapak tangan, banyak tantangan, jalan terjal dan kerikil tajam yang bersiap sebagai penghalang. Mencapai nilai yang diinginkan pun adalah salah satu bagian dari sukses, banyak usaha melalui ujian mandiri dan itupun tidak mudah. Sempat saya bertanya-tanya, kemampuan saya sama dengan mereka, tetapi kenapa mereka justru lebih baik dari saya, jawabanya adalah faktor keberuntungan. Bicara soal faktor keberuntungan banyak orang mengatakan “Orang pinter kalah sama Orang bejo” jika dipikir secara logis “orang pintar yang tidak mempunyai peluang dan tidak mempunyai banyak relasi sedangkan orang bejo yang mempunyai peluang dan banyak relasi bisnis” terkadang Allah menguji seberapa besar kemampuan dan usahanya dan Allah pun akan memperhitungkan lelahnya, intinya mempelajari ilmu Ikhlas itu susah. Namun saya yakin dan percaya dibalik kegagalan, usaha dan lelah rencana Allah itu lebih indah, Ia hanya menguji dan membekali pengalaman untuk menopang dan menyongsong masa depan yang lebih cerah. Jangan putus asa dan menyerah teruslah mencoba, banyak belajar dari pengalaman-pengalaman orang hebat diluar sana, seperti pemilik resto KFC beribu-ribu kegagalan dan sempat mencoba bisnis lain, ia tak pantang menyerah dan kinipun resto ini memperoleh hasil yang memuaskan yaitu menjadi resto yang mendunia.
Sebagai motifasi untuk membangkitkan semangat dalam diri kekuatan saya adalah dari kedua orangtua, mereka menamamkan saya menjadi sebuah pohon kecil yang awalnya sebuah benih mereka tanam dan mereka rawat hingga kini menjadi pohon dewasa yang siap mereka lepas menghadapi terpaan angin. Mereka punya mimpi dan keinginan agar saya menjadi orang yang lebih dari mereka, tidak ada seorangpun yang menginginkan anaknya mengalami hal yang sama ketika mereka seusia kita, tujuan mereka membekali ilmu dan pendidikan adalah untuk menjadikan kehidupannya lebih baik dari mereka. Tetapi terkadang kita tak sadar tentang hal itu, melalaikan waktu hingga menjadi masa lalu kemudian menyesali “manusiawi”. Tak perlu menyesali harusnya, cara membenahi adalah bertindaklah!!.
Kesalahan saya adalah ketika saya mengabaikan peluang karna takut dengan hal baru, lingkungan kerja, yang seolah-olah itu momok yang menakutkan ketika terjun di tengah-tengah lingkungan banyak orang sukses. Karena menurut saya dunia pendidikan itu berbeda dengan dunia kerja, ketika kita mengaplikasikan langsung ilmu yang kita peroleh dilingkunang pendidikan lalu kemudian mempraktekan langsung di lingkungan kerja, bersaing dan saling menjatuhkan. Saya menyimpulkan hal demikian karena saya banyak termotifasi dengan teman-teman saya yang lebih dulu bekerja. Kesalahan yang fatal sebenarnya, anggaplah lingkungan kerja itu sebagai lingkungan yang menghasilkan uang dan secara tidak langsung kita memberi support ke diri kita sendiri untuk segera terjun ke dunia kerja dan semangat bekerja. Karena apabila perasaan seperti ini berlanjut akan menjadi ancaman kedepan untuk takut mencoba, tidak bisa bersosialisasi dengan hal baru, tentunya akan tetap menjadi pohon kecil yang tidak menghasilkan buah. Pernah terfikir dalam benak saya untuk menjadi seorang wirausaha tetapi menjadi seorang wirausaha paling tidak membutuhkan banyak modal maka dari itu perlu pengalaman dunia kerja terlebih dulu untuk memahami lingkungan berbisnis yang baik dan menguntungkan.
Di dalam berbisnis menjadi seorang wirausaha contohnya makanan, tentunya manciptakan makanan yang berbeda dari yang lain dan harus memperhatikan kualitas, kreatif dan inofatif agar konsumen tertarik dengan barang yang kita tawarkan. Disamping itu kita juga harus memperhatikan pesaing yang ada lokasi bisnis, barang yang kita tawarkan harus tepat sasaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar