Saya adalah 2 dari 3
bersaudara, dan kedua saudara saya semua perempuan, kakak saya sudah bersuami
dan memiliki 2 orang anak, saya mahasiswi tingkat akhir yang mempunyai pandangan
luas kedepan tentang masa depan, dan adik saya mahasiswi semester 1 di universitas
yang sama. dari ketiga perempuan ini masing-masing mempunyai karakter yang
berbeda, kakak saya adalah seorang
wiraswasta yang berbisnis perdagangan sebagai andalanya. Perkenalkan
nama saya Casmiatun mahasiswi semester 7 di Universitas swasta terkemuka di
daerah Depok. Saya adalah pribadi yang jujur, pekerja keras, dan mandiri disisi
lain saya bersifat sensitif, pemalu, moodly, dan gampang bosen. Dari keterangan
yang sempat saya singgung diatas memang tujuan saya menuntut ilmu adalah untuk
mendapatkan pekerjaan yang layak, mempunyai ruang dan posisi disalah satu
perusahaan. Namun saya bukanlah seseorang yang berpengalaman tentang hal ini,
tetapi tidak ada yang mustahil didunia ini semua tergantung usaha dan keuletan
dari masing-masing personal, dan saya yakin dengan tekat yang sudah saya bangun
dan berpondasi ilmu, keinginan dan cita-cita saya Bismillah akan tercapai.
Jalan menuju sukses
tidaklah semudah membalikan telapak tangan, banyak tantangan, jalan terjal dan
kerikil tajam yang bersiap sebagai penghalang. Mencapai nilai yang diinginkan
pun adalah salah satu bagian dari sukses, banyak usaha melalui ujian mandiri dan
itupun tidak mudah. Sempat saya bertanya-tanya, kemampuan saya sama dengan
mereka, tetapi kenapa mereka justru lebih baik dari saya, jawabanya adalah
faktor keberuntungan. Bicara soal faktor keberuntungan banyak orang mengatakan
“Orang pinter kalah sama Orang bejo” jika dipikir secara logis “orang pintar
yang tidak mempunyai peluang dan tidak mempunyai banyak relasi sedangkan orang
bejo yang mempunyai peluang dan banyak relasi bisnis” terkadang Allah menguji
seberapa besar kemampuan dan usahanya dan Allah pun akan memperhitungkan
lelahnya, intinya mempelajari ilmu Ikhlas itu susah. Namun saya yakin dan
percaya dibalik kegagalan, usaha dan lelah rencana Allah itu lebih indah, Ia
hanya menguji dan membekali pengalaman untuk menopang dan menyongsong masa
depan yang lebih cerah. Jangan putus asa dan menyerah teruslah mencoba, banyak
belajar dari pengalaman-pengalaman orang hebat diluar sana, seperti pemilik
resto KFC beribu-ribu kegagalan dan sempat mencoba bisnis lain, ia tak pantang
menyerah dan kinipun resto ini memperoleh hasil yang memuaskan yaitu menjadi
resto yang mendunia.
Sebagai motifasi untuk
membangkitkan semangat dalam diri kekuatan saya adalah dari kedua orangtua,
mereka menamamkan saya menjadi sebuah pohon kecil yang awalnya sebuah benih
mereka tanam dan mereka rawat hingga kini menjadi pohon dewasa yang siap mereka
lepas menghadapi terpaan angin. Mereka punya mimpi dan keinginan agar saya
menjadi orang yang lebih dari mereka, tidak ada seorangpun yang menginginkan
anaknya mengalami hal yang sama ketika mereka seusia kita, tujuan mereka
membekali ilmu dan pendidikan adalah untuk menjadikan kehidupannya lebih baik
dari mereka. Tetapi terkadang kita tak sadar tentang hal itu, melalaikan waktu
hingga menjadi masa lalu kemudian menyesali “manusiawi”. Tak perlu menyesali
harusnya, cara membenahi adalah bertindaklah!!.
Kesalahan saya adalah
ketika saya mengabaikan peluang karna takut dengan hal baru, lingkungan kerja,
yang seolah-olah itu momok yang menakutkan ketika terjun di tengah-tengah
lingkungan banyak orang sukses. Karena menurut saya dunia pendidikan itu
berbeda dengan dunia kerja, ketika kita mengaplikasikan langsung ilmu yang kita
peroleh dilingkunang pendidikan lalu kemudian mempraktekan langsung di
lingkungan kerja, bersaing dan saling menjatuhkan. Saya menyimpulkan hal
demikian karena saya banyak termotifasi dengan teman-teman saya yang lebih dulu
bekerja. Kesalahan yang fatal sebenarnya, anggaplah lingkungan kerja itu
sebagai lingkungan yang menghasilkan uang dan secara tidak langsung kita
memberi support ke diri kita sendiri untuk segera terjun ke dunia kerja dan
semangat bekerja. Karena apabila perasaan seperti ini berlanjut akan menjadi
ancaman kedepan untuk takut mencoba, tidak bisa bersosialisasi dengan hal baru,
tentunya akan tetap menjadi pohon kecil yang tidak menghasilkan buah. Pernah
terfikir dalam benak saya untuk menjadi seorang wirausaha tetapi menjadi
seorang wirausaha paling tidak membutuhkan banyak modal maka dari itu perlu
pengalaman dunia kerja terlebih dulu untuk memahami lingkungan berbisnis yang
baik dan menguntungkan.
Di dalam berbisnis
menjadi seorang wirausaha contohnya makanan, tentunya manciptakan makanan yang
berbeda dari yang lain dan harus memperhatikan kualitas, kreatif dan inofatif
agar konsumen tertarik dengan barang yang kita tawarkan. Disamping itu kita
juga harus memperhatikan pesaing yang ada lokasi bisnis, barang yang kita
tawarkan harus tepat sasaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar