Perjalanan cinta Meymi
Part ii
Minggu pertama Ribay berkunjung
ke rumah mey, setelah resmi menjadi cowok Meymi.
Meymi pun agak canggung karena
baru pertama kalinya di Apelin, meskipun Ribay bukan orang pertama yang pernah
menjalin hubungan dengan Mey.
“tiiingtooong.......... “bel
berbunyi
Mey bergegas menghampiri pintu
gerbang, karena ia mengetahui yang datang adalah Rayy. Sesampai di depan
gerbang, ternyata yang datang adalah Resta, mantan mey dulu yang pernah
menghianatinya karena telah berselingkuh dengan cewek lain.
“ngapain lu kesini ???? sahut mey
dengan memalingkan pandanganya ke raut resta.
“Meyy.... beri gue kesempatan
buat ngomong ma lu !! ungkapnya
“ngomong apa lagi, semuanya udah
jelas kan !!
Lu pergi sekarang juga, gue udah
muak liat lu “
“meyy maafin gue, gue udah salah
memilih dia, sebenarnya cewek yang gue sayangin adalah lu, lu mau kan balikan
lagi, kita memulai dari awal mey, gue dah berubah” ujarnya meyakinkan meyy.
Tanpa di duga ternyata Ray
mendengarkan pembicaraan mereka.
“ini siapa sayang ???ujar Ray
sambil menunjuk ke arah Resta..
“dia Resta, yang pernah Mey
critakan dulu” jawab Mey
“Ohhh..... jadi itu lu, *jingan
lu !!! sambil mengarahkan kepalan tangannya ke wajah Resta
“Udah sayy.... percuma ngladenin
orang kaya dia tu buang-buang tenaga aja” ujar Mey sambil melerai mereka, dan
menarik tangan Ray mengajaknya masuk dari pintu gerbang.
“Lu liat aja ntar, lu berdua gag
kan hidup tenang !!!! seru Resta yang dendam kepada mereka berdua.
Sembari berkunjung, Ray pun
memperkenalkan dirinya kepada keluarga Mey, yaitu kakak Mey Kezy.
Kak Kezy adalah kakak pertama
Mey, yang sudah berkeluarga dengan 2 orang anak dan tinggal bersama Mey dan
adiknya, sedangkan suami kak Kezy Bekerja Sedang ada Job di luar Daerah.
Tatapan mata kak Kezy ke Ray
sepertinya tidak bersahabat, itu terlihat dari cara ia berbicara dan pandanga
sengitnya ke Ray.
Lama berbincang-bincang akhirnya
Ray pun memutuskan untuk pulang dan Mey pun mengantarkanya sampai depan
gerbang.
Dengan sengaja Ray mengecup *i*ir
Mey
“makasih karena udah memberi
kebahagiaanku, ini akan menjadi pengantar mimpi indahku saat ku tlah tertidur
nanti” ungkapan Ray dengan tatapan mesranya sambil kedua tanganya memegang
wajah Mey.
Dan Mey tidak dapat berkata-kata
lagi, ia hanya bisa terdiam bisu dengan membalas tatapan Ray, kemudian Ray pun
melepaskan pegangan tanganya karena ia harus pulang.
Sambil menutup pintu gerbang, Mey
seolah-olah tak mau lepas pandanganya ke arah Ray yang sedang mengendarai motor
menjauhinya, Mey beranjak kekamar.
Ia lalu membayangkan kejadian
tadi, ia memang baru merasakan ciuman pertamanya dengan Ray.
“Ternyata punya rasa cinta yang
sesungguhnya itu indah, lebih indah dari kata cinta itu sendiri” ungkapan mey
yang sedang di mabuk cinta Ray.
Dia pun tidur dengan membawa
sejuta kebahagiaan di dalam hatinya.
To be
continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar