Simulasi KPR

Selasa, 06 Maret 2012

Perekonomian Indonesia


Perekonomian indonesia secara global
Keterbatasan sumber daya alam menjadi alasan mengapa indonesia melakukan eksport-import ke negara lain. Indonesia sebagai negara berkembang meskipun kaya akan bahan mentah contohnya minyak bumi, namun indonesia tidak dapat mengelola bahan tersebut karena keterbatasan alat dan teknologi yang di miliki oleh negara lain, ibarat tubuh ”indonesia mampu menjadi syaraf namun tak dapat menjadi kerangka”.
Di sisi lain pemerintah hanya bisa berdalil tak memikirkan kesejahteraan rakyat, akibatya rakyat sendirilah yang menjadi korban, banyak rakyat miskin, pengangguran karena kurangnya lapangan pekerjaan, harga kebutuhan konsumsi semakin melambumg, sedangkan pendapatan yang di hasilkan kurang mencukupi kebutuhan hidup, namun banyak koruptor yang menyalah gunakan uang rakyat, rakyat seharusnya menikmati haknya justu menjadi imbas para pemimpin yang memperkaya harta dengan merampas hak rakyat. Kenyataannya indonesia sendiri hutang ke negara lain malah meningkat, bukan menuju perubahan yg lebih baik justru makin terpuruk. Kadang negara ini pun tidak adil, hukuman bukan sarana memberi keadilaan memberikan efek jera, semua itu dapat di beli dengan uang. “Pemimpin” lepas rakyat kecil makin tertindas.
Kesejahteraan rakyat tidak lepas dari siapa pemimpinya, karena setiap pemimpin seharusnya mempunyai peranan penting dalam mensejahterakan rakyat. Sebagai bentuk pengorbanan rakyat kecil para pahlawan devisa, berjuang mempertaruhkan keselamatannya demi keluarga dan negri tercinta. Banyak di antara mereka yang merasakan kerasnya merantau di negri orang, siksaan, pemerkosaan bahkan pembunuhan, bukan suatu hal yang asing  lagi bagi mereka.
Di sisi lain Indonesia tidak mempunyai identitas diri di hadapan bangsa-bangsa lain, Indonesia bukan saja tidak mampu melindungi alamnya dari modal asing tapi juga tidak mampu melindungi rakyatnya yang bekerja di Negara-Negara lain.
Selain itu tujuan pemerintah adalah meningkatkan taraf bagi masyarakatnya, banyak di antara mereka yang hidup dalam garis kemiskinan,busung lapar, kurang gizi adalah salah satu bukti bahwa negara tesebut miskin. Lain halnya dengan Amerika mereka tidak menginginkan raskyatnya mengalami busung lapar, kurang gizi karena menurut mereka, rakyat adalah asset negara yang harus diperhatikan. seharusnya kita sebagai bangsa yang memiliki satu kesatuan mempunyai jiwa kepemilikan bertanah air indonesia, bangkit bersatu padu dalam membangun masyarakat demi terciptanya suatu kesejahteraan, rakyat sejahtera apabila rakyat jauh dari kemiskinan, kebutuhan ekonomi tercukupi, sandang pangan terpenuhi.
Namun kendala kepemerintahan adalah tingkat kelahiran yang tinggi, tingkat kematian tinggi serta migrasi-migrasi dari daerah yang berpindah ke ibukota, sebagai pusat Ibu kota Indonesia, Jakarta memiliki kepadatan penduduk yang cukup drastis. Itu salah satu penghambat bagi kepemerintahan untuk membangun negri ini, semakin sempitnya lapangan pekerja di sebabkan oleh hal tersebut. Program pemerintah rupanya sedikit menuakan hasil, menghimbau para migrasi yang tidak memiliki pekerjaan tetap di Jakarta untuk kembali ke daerah asalnya dengan memberikan peluang kerja membuka industri kecil di setiap daerah tersebut seperti industri rumahan, kerajinan, dan konveksi milik rakyat dengan jaminan pinjaman dari koperasi milik pemerintah. Suatu peluang yang baik bagi masyarakat.
Tidak lepas dari kurangnya lapangan pekerjaan, pemerintah di sodorkan kembali masalah menenai kehidupan jalan para pengemis yang sebagian besar adalah anak-anak, penyandang cacat, serta mereka yang berusia senja, bahkan sekarang meningkatnya ganguan kejiwaan karena mungkin masalah ekonomi pula. Terdapatnya panti rehabilitasi itupun sudah menampung banyak orang, namun karena tidak terprogramnya suatu rencana pemerintah, hal tersebut menjadi pandangan yang lumrah, padahal hal yang sepelepun akan menjadi masalah apabila pemerintah terlalu lengah, lain halnya anak-anak yang meminta-minta, mereka para orang tua memanfaatkan anaknya untuk meminta-minta di jalan demi mendapatkan kepingan-kepingan rupiah, padahal itu berbahaya bagi keselamatannya, dan tempat mereka seharusnya di bangku sekolah sama seperti anak-anak sebayanya, lagi-lagi mereka para orang tua tak menghiraukan hal tersebut. Ini menjadi sorotan betapa susahnya membangun negri, mensejahterakan rakyatnya, mendidik anak bangsa, mereka adalah para penerus bangsa, pembangun negri, bukan hanya tahta yang pemerintah gapai namun dengarkanlah suara rakyat bicara.
Indonesia dulu kesejahteraan rakyatnya saat kerajaan majapahit begitu tumpah ruah, tak ada rakyat yang miskin, sandang pangan tercukupi, hasil ladang melimpah, malah mereka menolak untuk di beri dan di kasihani, menurut mereka di beri sama saja merendahkan harga diri mereka. Tapi tidak untuk saat ini banyak tanah rakyat yang di rampas oleh Negara, yang mengakibatkan petani kehilangan mata pencaharianya..
Kapan Indonesia akan kembali pada masa itu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar